Cinque Terre

2012/10/31

MEDIA BONEKA TANGAN

Pengertian media boneka tangan.
Istilah media sangat populer dalam bidang komunikasi. Proses pembelajaran  pada dasarnya juga termasuk di dalamnya karena proses tersebut ada komunikan, komunikator, dan media komunikasi. Ada berbagai pendapat ahli mengenai media pembelajaran. Gagne dan briggs dan (Arsyad: 2000) menyatakan bahwa media pembelajaran meliputi alat  yang secara fisik digunakan  untuk menyampaikan isi materi pengajaran yang antara lain terdiri atas: buku, tipe, recorder, film, foto, grafik, kaset video kamera, televisi, komputer dan lain-lain. Jadi, media adalah  komponen sumber belajar atau peralatan fisik yang mengandung materi pembelajaran di lingkungan yang dapat merangsang siswa untuk belajar.

Adapun media boneka yang dimaksud dalam makalah ini adalah boneka dijadikan sebagai media atau alat bantu yang digunakan guru dalam kegiatan pembelajaran. Jenis boneka yang digunakan adalah boneka tangan yang terbuat dari potongan kain.

Pengertian boneka tangan adalah boneka yang ukurannya lebih besar dari boneka jari dan bisa dimasukkan ke tangan. Jari tangan bisa dijadikan pendukung gerakan tangan dan kepala boneka (Gunarti, 2010: 5.20).
Jadi pengertian media boneka tangan adalah boneka dijadikan sebagai media atau alat bantu yang digunakan guru dalam kegiatan  pembelajaran, yang ukurannya lebih besar dari boneka jari dan bisa dimasukkan ke tangan.

Ada baiknya kita memperhatikan ketentuan-ketentuan dalam melaksanakan kegiatan bercerita menggunakan boneka tangan, seperti hal-hal berikut ini:
  • Hendaknya guru/ pencerita hafal isi cerita.
  • Ada baiknya menggunakan skenario cerita.
  • Latihlah suara agar dapat memiliki beragam karakter suara yang dibutuhkan dalam bercerita. Misal suara anak-anak, suara nenek-nenek, suara ibu-ibu, suara binatang dan lain-lain.
  • Gunakan boneka yang menarik dan sesuai dengan dunia anak serta mudah dimainkan oleh guru atau orang tua maupun anak-anak.
  • Boneka yang digunakan bisa lebih dari satu, dengan jumlah maksimal 8 buah dengan bentuk yang berlainan agar siswa tidak kesulitan menghafal tokoh cerita.
  • Apabila menggunakan satu boneka, maka percakapan atau cerita dilakukan antara anak dengan boneka yang disuarakan oleh guru.
  • Apabila menggunakan dua boneka maka percakapan atau alur cerita dilakukan oleh kedua boneka tersebut yang disuarakan oleh guru atau orang tua dengan karakter suara yang berbeda. Anak menyimak percakapan dan jalan cerita yang disajikan.
  • Penggunaan lebih dari dua boneka maka percakapan atau alur cerita dilakukan oleh kedua boneka tersebut yang disuarakan oleh guru atau orang tua dengan karakter suara yang berbeda. Agar jalan cerita terdengar indah, dipermanis dengan alunan musik (Gunarti, 2010).
Mencermati paparan di atas yang paling penting dari penggunaan boneka tangan dalam kegiatan pembelajaran adalah setiap anak memperoleh pengalaman baru untuk meningkatkan kemampuan dalam keterampilan berbicara.

Keuntungan penggunaan boneka dalam menyampaikan pembelajaran.
Boneka sebagai media cerita memiliki banyak kelebihan dan keuntungan. Anak-anak  pada umumnya menyukai boneka, sehingga cerita  yang dituturkan lewat karakter boneka jelas akan mengundang minat dan perhatiannya. Anak-anak juga bisa terlibat dalam permainan boneka dengan ikut memainkan boneka. Hal ini berarti, boneka bisa menjadi pengalih perhatian anak  sekaligus media untuk berekspresi  atau  menyatakan  perasaannya.  Bahkan  boneka  bisa  mendorong tumbuhnya fantasi atau imajinasi anak (Gunawan, 2010).

Dari teori diatas dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa, boneka tangan berfungsi sebagai media perantara yang digunakan untuk melibatkan anak kedalam cerita yang sedang disampaikan agar anak mampu menangkap isi pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Dengan media boneka tangan anak tertarik untuk berimajinasi, kemudian berusaha mencari kosa kata yang tepat untuk mengungkapkan ide yang ada pada diri mereka.

------------------------------------------------------------------------------------------

Sumber
  • Arsyad, Azhar. (2002). Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers.
  • Gunarti, W. (2010). Metode Pengembangan Perilaku dan Kemampuan Anak Usia Dini. Jakarta. Universitas Terbuka.
  • Gunawan, T.. (2010). Mendongeng Dengan Boneka. Jakarta: Penerbit Sarana Bobo.

No comments:

Post a Comment